Mengenal Mansa Musa : Orang Kaya Sepanjang Masa

Siapa yang tidak kenal dengan Mansa Musa? Pria yang disebut-sebut sebagai penguasa Afrika Barat pada abad ke-14. Bahkan para sejarawan ekonomi pun tidak bisa menjabarkan total kekayaan yang dimiliki oleh Mansa Musa itu. Menurut seorang sejarawan Richard Smith, Raja Timbuktu tersebut memiliki kekuasaan besar atas wilayah produsen emas terbesar di dunia pada masa abad ke-14.

Apalagi mengingat pada masa tersebut, emas sedang dalam puncak kejayaan. Maka dapat dipastikan ia adalah orang paling terkaya sepanjang masa bahkan sosok Jeff Bezos saja masih kalah jauh jumlah hartanya dibandingkan milik Mansa Musa. Lantas siapa sebenarnya sosok Mansa Musa ini? Berikut fakta menariknya:

1. Sosok Penguasa Kerajaan Mali

Mansa Musa atau yang dikenal juga sebagai Musa Keita I merupakan mansa kesepuluh kekaisaran Mali. Ia lahir pada tahun 1280 dan berkuasa selama 25 tahun. Dilansir dari BBC, dibawah kepemimpinan Mansa Musa ini, kerajaan Mali berkembang sangat pesat. Ia berhasil menaklukkan 24 kota baru, termasuk Timbuktu. Keuntungan yang didapat dari hasil eksploitasi wilayah kekuasaan pun tidak hanya emas saja, melainkan juga garam. Menurut the British Museum, selama kepemimpinan Mansa Musa, kerajaan Mali turut menyumbang hampir setengah emas.

2. Mensejahterakan Islam

Tak hanya dikenal sebagai saudagar kaya saja, ia juga turut mensejahterakan Islam pada masa itu. Musa menjadikan kota Timbuktu sebagai pusat budaya sekaligus sebagai kota untuk mereka yang ingin belajar tentang Islam. Ia mendirikan Universitas Timbuktu dan Masjid Djinguereber sebagai bentuk ketaatannya akan agama yang dianut serta tujuannnya untuk mensejahterakan Islam.

3. Menunaikan Ibadah Haji

Kerajaan Mali mulai dikenal saat Mansa Musa menunaikan ibadah haji ke Mekkah. Ia juga tidak pergi sendirian, melainkan bersama rombongan rakyatnya. Dia turut mengajak seluruh pejabat kerajaan, tentara, para pedagang, penghibur, hingga 12 ribu budak dibawa oleh Musa. Mereka pergi berjalan kaki dan membawa seratus unta menyeberangi Gurun Sahara dan Mesir. Bahkan Musa juga memberikan para rakyatnya termasuk juga budak, pakaian yang dibalut emas dan sutra Persia terbaik.

Seratus unta yang dibawa oleh rombongan juga diperbekali dengan masing-masing ratusan kilogram emas murni. Tidak lupa pula mereka juga membawa kambing dan sapi sebagai persediaan makanan. Kekayaan yang dimiliki kerajaan Mali baru benar-benar terlihat ketika mereka tiba di Kairo. Dari situlah penduduk di Timur Tengah mengenal kerajaan Mali dan juga Mansa Musa sebagai raja terkaya sepanjang abad ke-14.

4. Anjloknya Harga Emas

Persinggahan Musa di Kairo selama 3 bulan itu ternyata menyebabkan anjloknya harga emas dikawasan Timur Tengah selama hampir 10 tahun. Tidak hanya anjloknya harga emas saja, ia juga menyebabkan kerugian ekonomi sekitar 1,5 miliar dolar AS diseluruh kawasan Timur Tengah. Hal tersebut bermula dari Musa yang dianggap terlalu banyak membagi-bagikan emas sepanjang perjalanan di Kairo. Bahkan para penghiburnya pun dikatakan tidak mau melayani Musa karena ia terlalu sering menghambur-hamburkan harta di luar kerajaan. Akan tetapi dalam perjalanan pulang, Musa dikenal bertanggung jawab akan apa yang ia lakukan. Dia mencoba mengembalikan perekenomian kawasan Timur Tengah dengan menarik kembali sebagian emas. Dengan suku bunga yang terbilang tinggi, ia meminjam emas dari para pemberi pinjaman Mesir.

Nah itu tadi beberapa fakta menarik mengenai Mansa Musa. Bahkan hingga kini sosoknya masih menjadi sorotan dunia. Karena kekayaan yang ia miliki belum ada yang bisa menjabarkan secara pasti nominalnya. Anda juga bisa membaca kisah Mansa Musa sebagai motivasi untuk sukses. Informasi lainnya mengenai Mansa Musa juga bisa Anda cek melalui laman https://www.cekaja.com/info/mansa-musa-orang-paling-tajir-melintir-yang-bagi-bagi-emas/. Selamat membaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *