Karyawan Sambil Berbisnis? Kenali Jenis-jenis Utang Ini

Karyawan Sambil Berbisnis? Kenali Jenis-jenis Utang Ini

Berbisnis dengan utang jangka panjang?  Ya gapapa juga sih. Selama utangnya digunakan hanya untuk berbisnis dan uangnya diputar kembali supaya balik modal, ya kenapa engga? Dalam menjalankan bisnis apapun mulai dari bisnis kuliner, fashion, sampai bisnis retail membutuhkan modal. Nah, untuk mendapatkan modal ini bisa kamu dapatkan dari uang yang kamu sisihkan setiap bulannya dari gaji kamu dan juga bisa dengan mengajukan utang jangka panjang.

Tips berbisnis untuk karyawan

Bagi kamu karyawan ingin sambil berbisnis perhatikan beberapa hal di bawah ini yaa.

 

1. Utang jangka pendek dan utang jangka panjang

Soal berutang berkaitan dengan strategi bisnis kamu juga. Berikut perbandingan antara utang jangka pendek dengan utang jangka panjang.

  • Jangka pendek

Utang jenis ini cocok digunakan untuk kebutuhan jangka pendek bisnis kamu. Keuntungannya yaitu bunganya tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan yang jangka panjang. Selain itu, proses dan syaratnya juga lebih mudah utang jangka pendek.

Beberapa jenis utang jangka pendek yang akan terjadi sebagai proses memulai bisnismu diantaranya adalah utang dagang, utang wesel, deviden, pendapatan diterima dimuka, pajak penjualan, utang jangka panjang yang harus dibayar karena telah jatuh tempo, pembayaran gaji karyawan.

 

Baca juga: Tips Melakukan Perencanaan Keuangan untuk Karyawan Baru

 

  • Jangka panjang

Sedangkan, utang jangka panjang memerlukan jaminan berupa aset berharga seperti sertifikat tanah dan properti. Utang ini terjadi karena penundaan membayar utang dalam rentang waktu satu tahun atau lebih dalam operasional sebuah perusahaan. Dalam pembayaran cicilan utang ini bisa disesuaikan dengan kesepakatan dari kedua belah pihak.

Berikut contoh utang jangka panjang.

Utang hipotek

Nilai utang karena terdapatnya sumber dana yang berasal dari jaminan harta tetap. Contohnya adalah sertifikat tanah, sertifikat bangunan, rumah, atau gedung.

Utang obligasi

Dana yang didapatkan melalui terbitnya surat-surat obligasi yang terdiri dari nominal obligasi, tanggal untuk melunasi obligasi, nilai bunga per tahun, serta syarat lainnya yang telah disepakati oleh kedua belah pihak, yaitu peminjam dan pemberi utang.

 

2. Utang konsumtif dan utang produktif

Utang konsumtif adalah jenis utang yang uangnya kamu gunakan untuk membeli suatu yang tidak penting, tidak digunakan untuk kegiatan yang dapat menghasilkan uang kembali. Sedangkan Utang produktif adalah jenis utang yang kamu gunakan untuk misalnya berbisnis. Dari bisnis yang kamu bangun menggunakan utang ini, nantinya bisa menghasilkan return. Jangan lupa untuk selalu memastikan setiap pengeluaran dan pemasukan dari bisnis kamu, tercatat rapih dan balance.

 

3. Tidak melanggar kontrak kantor

Fokus kamu saat ini menjadi dua, yaitu menjadi karyawan dan menjalankan bisnis. Patuhi setiap aturan kontrak dan cek kembali di peraturan ada larangan untuk menjalani pekerjaan sampingan. Mostly, perusahaan tidak mempermasalahkan pegawainya menjalani pekerjaan sampingan, selama tidak mengganggu bisnis perusahaan tersebut.

 

4. Kerjakan bisnis yang tepat

Coba bisnis kecil-kecilan terlebih dahulu, jangan langsung ke skala menengah ke besar. Khawatir karena bisnis kamu yang agak besar malah akan mengganggu pekerjaan utama mu. Ada baiknya jika kamu mengerjakan bisnis yang sifatnya tidak mengikat waktu seperti menjadi pedagang online yang ideal. Tinggal memanfaatkan social media untuk memasarkan produk bisnis mu.

 

Baca juga: Mengenal Mansa Musa : Orang Kaya Sepanjang Masa

 

5. Time management

Setelah tau kamu mau berbisnis apa yang perlu dilakukan adalah mengatur waktu sebaik yang kamu mampu antara bekerja kantoran dengan mengurus bisnis kamu. Misal, untuk pengiriman barang melalui jasa kurir kamu lakukan di pagi hari. Infokan juga kepada pelanggan jam ketersediaan kamu untuk meresponi chat. Beritahukan juga bahwa kamu juga adalah seorang pegawai yang tidak bisa selalu fast response.

Dapatkan informasi tentang Bisnis hanya di CekAja.com

https://www.cekaja.com/info/kenali-utang-jangka-panjang-ketika-menjalankan-bisnis/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *